top of page

Market Research Group

Public·111 members
Hakim Beavers
Hakim Beavers

Anatomi Ikan Tongkol |WORK|



Daerah penyebaran ikan tongkol sangat luas bahkan hampir diseluruh daerah pantai dan laut lepas pantai Indonesia serta seluruh perairan Indo-Pasifik. Umumnya ikan tngkol hidup dilapisan permukaan pada daerah pantai dan lepas pantai berkadar garam rendah,bersuhu 26-28C (Murniyati, 2004). Bentuk ikan tongkol dapat dilihat pada Gambar berikut:




anatomi ikan tongkol


DOWNLOAD: https://www.google.com/url?q=https%3A%2F%2Fblltly.com%2F2tKS2r&sa=D&sntz=1&usg=AOvVaw1qeg_7DfXSduwiQKCv7aFl



Menurut Murniyati (2004), ikan tongkol merupakan jenis ikan tuna paling kecil dengan panjang rata-rata sekitar 50-50 cm atau 200-500 gram/ekor. Bentuk badan seperti cerutu atau torpedo dengan kulit licin, tidak bersisik kecuali pada corselet dan garis rusuk. Pada belakang sirip punggung dan sirip dubur terdapat sirip tambahan kecil-kecil. Warna tubuh bagian atas biru kehitaman dan bagian bawah putih keperakan.


Ikan sebagai sumber protein mempunyai nilai gizi yang tinggi. Hal ini disebabkan karena kandungan protein yang cukup baik jumlahnya maupun mutunya, sedikit mengandung kolesterol, lemak ikan yang asam-asam lemak tak jenuh, minyak hati ikan selain sumber vitamin A juga mengandung vitamin B, C, D, dan K, ikan mengandung kadar mineral yang cukup tinggi, serta daging ikan hanya mempunyai sedikit tenunan pengikat, sehingga daya cernanya cukup tinggi.


Komposisi ikan dapat bervariasi antar spesies, antar individu dalam satu spesies dan antar bagian-bagian dari satu individu ikan. Variasi ini dapat disebabkan karena pengaruh beberapa faktor antara lain : Umur, laju metabolisme, dan aktifitas pergerakannya. Komposisi kimia ikan tongkol dapat dilihat pada Tabel berikut:


Pada umumnya kerusakan ikan dibagi menjadi 3 yaitu : kerusakan enzimatis, biologis dan kerusakan fisik.Sedangkan penyebab utama pembusukan ikan adalah enzim dan bakteri. Pada ikan asin yang telah diolah dengan pengeringan dan penggaraman sehingga aw ikan menjadi rendah, kerusakan disebabkan oleh pertumbuhan kapang (Fardiaz S, 1999).


Kramlich (1982) dalam Badewi (2002) menyatakan bahwa kerusakan daging olahan umumnya terdiri dari dua jenis yaitu kerusakan aroma (flavor) dan penampilan. Kerusakan flavor daging olahan ditandai dengan timbulnya ketengikan, pembusukan atau adanya bau asam. Kerusakn yang berhubungan dengan penampilan produk disebabkan oleh perubahan warna akibat adanya aktivitas mikroba, pertumbahan mikroba mikroskopis dan oleh agensia bukan mikroba.


Menurut para ahli taksonomi, ikan tongkol adalah golongan ikan tuna kecil dengan ciri badan memanjang, tidak memiliki sisik dengan tekstur sirip punggung keras. Ikan yang termasuk dalam famili Scombridae bergenus Euthynnus ini mempunyai ukuran tubuh cukup besar, kulit berwarna abu-abu, dan berdaging tebal berwarna merah tua.


Ikan tongkol termasuk jenis ikan pelagis yang hidup di lapisan atas perairan. Ikan ini juga sering dijuluki sebagai ikan perenang cepat dengan daerah sebaran meliputi seluruh daerah lepas pantai Indonesia dan Indo-Pasifik.


Spesies tongkol biasanya hidup dalam suatu kelompok besar dan bergerombol. Tongkol juga mempunyai kebiasaan hidup berpindah tempat karena mereka cenderung mencari daerah yang kaya akan makanan dan aman dari ancaman predator. Namun, faktor yang paling berpengaruh dalam proses migrasi ikan tongkol adalah perubahan suhu air laut.


Musim ikan tongkol di perairan berbeda-beda di beberapa tempat. Hal ini tergantung dari kondisi suhu, arus, dan makanan yang tersedia. Di Laut Jawa, musim tongkol biasanya terjadi saat musim hujan, sedangkan di Lautan Pasifik ikan ini bisa ditangkap sepanjang tahun dengan hasil tangkapan terbanyak selama musim panas.


Banyak orang mengira bentuk ikan tongkol mirip seperti ikan betuto dengan kulit licin dan sirip dada melengkung berujung lurus serta berpangkal kecil. Tongkol adalah perenang tercepat di antara jenis ikan laut berangka tulang.


Ikan tongkol mempunyai sirip punggung, dubur, perut, dan dada yang pada bagian pangkalnya terdapat lekukan sehingga sirip ini bisa dilipat masuk untuk memperkecil gesekan dengan air ketika berenang. Selain itu, di bagian belakang sirip punggung dan dubur juga terdapat sirip tambahan berukuran kecil yang disebut finlet.


Ikan tongkol dapat tumbuh hingga ukuran panjang 65 cm dan berat 1.720 gram ketika memasuki usia 5 tahun. Ikan ini mudah dikenali karena punggungnya berwarna kebiruan, ungu tua, atau bahkan berwarna hitam di seluruh bagian kepalanya.


Tubuh tongkol sangat kuat dengan bentuk bulat memanjang. Giginya kecil berbentuk kerucut dalam satu rangkaian tunggal. Sirip dadanya berukuran pendek, tapi tumbuh mencapai garis vertikal. Sirip ini bahkan mampu tubuh melewati batas anterior dari daerah scaleless tepat di atas corselet.


Tongkol biasanya hidup di perairan laut dengan kedalaman hingga 50 meter di kawasan tropis dengan suhu berkisar antara 27o hingga 28o Celsius. Spesies neuritik ini merupakan bagian dari predator rakus karena memakan segala jenis biota laut berukuran kecil. Namun sebaliknya, tongkol adalah mangsa yang sangat diburu oleh ikan hiu dan ikan marlin.


Tingkah laku dan pola penyebaran tongkol kerap disamakan dengan ikan tuna, karena keduanya memang tak jauh berbeda. Kedua jenis ikan ini sama-sama pemakan daging, hidup dan berburu makanan dengan membentuk scolling atau gerombolan. Biasanya, ikan tongkol dan ikan tuna memang ditemukan aktif dalam bentuk gerombolan ketika berburu makanan di malam hari.


Ada beberapa jenis makanan ikan tongkol, yaitu mollusca, annelida, crustacea, anthyphyta, dan ikan pelagis kecil seperti ikan selar dan sardine. Umumnya, gerombolan tongkol bermigrasi untuk memenuhi tuntutan siklus hidupnya. Selain itu, mereka berpindah tempat untuk menghindari adanya tekanan kondisi lingkungan perairan sekitarnya.


Jika dipelajari lebih lanjut, faktor oseanografi yang berpengaruh terhadap pola distribusi ikan tongkol dan ikan tuna adalah salinitas, arus, dan suhu air. Meski demikian, tongkol juga bermigrasi karena tiga alasan lain, yaitu mencari tempat aman untuk memijah, mencari mangsa, dan mencari kondisi lingkungan yang cocok dengan tubuhnya.


Ikan tongkol dewasa akan mengalami pemijahan di sekitar kawasan pantai. Tongkol dewasa yang hidup di kawasan tropis, biasanya memiliki panjang rata-rata 40 cm. Diketahui pula panjang fork maksimum ikan ini bisa mencapai 100 cm dengan berat 14 kilogram. Namun, panjang rata-rata fork tongkol berkisar antara 50 cm hingga 65 cm saat berusia tiga tahun.


Seperti halnya ikan pada golongan Scombridae, ikan tongkol cenderung membentuk kumpulan multi spesies berdasarkan ukurannya, seperti ikan madidihang (Thunnus albacares), ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), dan ikan selar tetengkek (Megalospis cardyla).


Sebagian besar wilayah di dunia terdiri atas Ikan. Ikan adalah salah satu hewan Vertebrata yang hidup di air. Ikan bernafas dengan menggunakan insang, tetapi ada beberapa jenis ikan yang bernafas dengan menggunakan paru-paru. Ikan merupakan salah satu sumber protein bagi manusia. Protein yang berasal dari ikan merupakan 1/5 dari protein hewani yang dihasilkan dari seluruh dunia.


Ikan tongkol (Euthynnus affinis) adalah sejenis ikan laut dari suku Scombridae. Terutama menjelajah di perairan dangkal dekat pesisir di kawasan Indo-Pasifik Barat, tongkol merupakan salah satu jenis ikan tangkapan yang penting bagi nelayan. Dalam perdagangan internasional dikenal sebagai kawakawa, little tuna, mackerel tuna, atau false albacore.


Ikan lele (Clarias batrachus) adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki kumis yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya.


Ikan cirik (Secutor interruptus) adalah ikan yang hidup di tempat-tempat yang dangkal dengan arus yang tidak begitu deras. Ikan ini memakan plankton dan perypiton. Habitat aslinya di daerah beriklim sedang dengan suhu berkisar 18-28oC.


Pada bagian kepala (caput) ikan, terdapat organ mata (organon visus), mulut (rima oris), lekuk hidung (fovea nasalis), dan tutup insang (operculum). Pada sebagian ikan juga terdapat sungut dan antena. Fungsi hidung pada ikan bukan untuk pernafasan melainkan untuk penciuman. Operculum atau tutup insang yang terdapat diantara kepala dan tubuerguna untuk melindungi insang. Ikan elasmobranchia tidak mempunyai tutup insang (Rahardjo, 1985).


Mulut pada ikan memiliki berbagai bentuk dan posisi yang tergantung dari kebiasaan makan dan kesukaan pada makanannya (feeding dan foot habits). Perbedaan bentuk dan posisi mulut ini juga kadang diikuti dengan keberadaan gigi dan perbedaan bentuk gigi pada ikan (Prawirohartono, 1982).


Ikan yang hidup di dalam lumpur diantara bebatuan, tumbuhan air, misalnya ikan belut dan ikan sidat akan memiliki bentuk tubuh memanjang seperti ular. Sedangkan pada ikan perenang cepat seperti tengiri, tongkol dan tuna mempunyai bentuk stream line (Prawirohartono, 1982).


Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan ikan jenis pelagis dan perenang cepat, hidup diperairan permukaan dan biasanya berenang dengan membentuk gerombolan. Tubuh ikan tongkol berbentuk torpedo sehingga memudahkan tubuhnya untuk berenang cepat didalam air. Tubuhnya terdiri dari caput (bagian kepala), trunchus (bagian badan) dan caudal (bagian ekor). Pada bagian caput terdapat mulut (oris) yang berukuran sedang, berbentuk runcing dan bersifat nonprotaktile, lubang hidung (nares) yang berada diatas mulut yang berjumlah sepasang, mata (organon visus) yang terletak disisi kiri dan kanan kepala pada. Pada ikan tongkol posisi sudut mulut satu garis lurus dengan sisi bawah bola mata dan didaerah caput ini juga terdapat penutup insang (over culum), dan pada bagian akhir dari penutup insang ( tulang branchiostega) merupakan batas antara caput dan trunkus.


Pada bagian kepala dari ikan lele terdapat dua pasang lubang hidung (nares) yang terletak dibagian sisi kiri dan kanan kepala, dan beberapa jenis sungut yaitu, nasila yang


About

Welcome to the group! You can connect with other members, ge...

Members

bottom of page